Jumat, 18 Oktober 2013

RIPv1


Karakteristik RIPv1 :
  •           RIP merupakan salah satu dari distance vector routing protocol
  •           RIP menggunakan hop count sebagai metric untuk pemilihan path
  •           Maximal hop count 15, lebih dari itu unreachable
  •           message broadcast setiap 30 detik


RIPv1 merupakan classfull routing protocol, dimana RIPv1 tidak mengirimkan subnet mask pada saat melakukan routing update. Sehingga pada saat melakukan update, RIPv1 menggunakan default dari subnet mask pada masing-masing kelas IP.

LAB ACTIVITY


Pada percobaan ini, saya akan membuat sebuah jaringan sederhana yang menggunakan RIPv1 sebagai routing protocolnya, berikut ini gambar topologi yang akan dipraktekkan:


Konfigurasi IP address :

Router2 fa0/0 : 192.168.1.1 255.255.255.0
Router2 se2/0 : 172.16.1.1 255.255.255.252


Router3 fa0/0 : 10.10.10.1 255.255.255.0
Router3 se2/0 : 172.16.1.2 255.255.255.252

Konfigurasi RIP pada router

Berikut ini konfigurasi yang dimasukkan pada masing-masing router untuk menerapkan RIPv1 sebagai routing protocol yang digunakan.

Konfigurasi pada Router2


Konfigurasi pada Router3

Cek RIPv1 sudah berjalan pada masing-masing router

show ip route pada Router2


show ip route pada Router3


Perhatikan kotak berwarna merah, apabila RIP telah dikonfigurasi dengan benar, maka router akan menampilkan route pada routing tabel, RIP diberi tanda dengan huruf R disebelah kiri.

Cek koneksi antar PC dengan menjalankan ping seperti gambar di bawah ini.


Sukses! , konfigurasi RIPv1 yang baru dicoba berjalan dengan lancar.

Ingat :

Di awal, saya menyebutkan salah satu karakteristik dari routing protocol RIPv1, yaitu RIPv1 merupakan classfull routing protocol yang tidak menyetakan subnet masknya pada saat pengiriman routing update. perhatikan hasil show run pada Router2 dibawah ini.


router rip
network 172.16.0.0
network 192.168.1.0
!

Padahal pada saat percobaan di atas, saya memasukkan network 172.16.1.0 dan 192.168.1.0. tetapi hasil show run pada router2 172.16.0.0 dan 192.168.1.0. mengapa bisa berubah?

Karena RIPv1 hanya mengenali classfull dari network yang dimasukkan, sehingga pada saat saya memasukkan 172.16.1.0 akan berubah menjadi 172.16.0.0 karena IP ini berada pada kelas B router melakukan autosummary dan merubahnya menjadi 172.16.0.0. 

Begitu juga dengan kelas yang lainnya, misalnya kelar A 10.10.10.0 walaupun saya menggunakan netmask 255.255.255.0, router akan merubahnya menjadi netmask kelas A 255.0.0.0 sehingga network dari 10.10.10.0 akan berubah menjadi 10.0.0.0 setelah router melakukan autosummary


5 /26: RIPv1 Karakteristik RIPv1 :            RIP merupakan salah satu dari distance vector routing protocol            RIP menggunakan hop count...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >