Karakteristik
RIPv1 :
- RIP merupakan salah satu dari distance vector routing protocol
- RIP menggunakan hop count sebagai metric untuk pemilihan path
- Maximal hop count 15, lebih dari itu unreachable
- message broadcast setiap 30 detik
RIPv1 merupakan classfull routing protocol, dimana RIPv1
tidak mengirimkan subnet mask pada saat melakukan routing update. Sehingga pada
saat melakukan update, RIPv1 menggunakan default dari subnet mask pada
masing-masing kelas IP.
LAB ACTIVITY
Pada percobaan ini, saya akan membuat sebuah jaringan
sederhana yang menggunakan RIPv1 sebagai routing protocolnya, berikut ini
gambar topologi yang akan dipraktekkan:
Konfigurasi IP address :
Router2
fa0/0 : 192.168.1.1 255.255.255.0
Router2
se2/0 : 172.16.1.1 255.255.255.252
Router3 fa0/0 : 10.10.10.1 255.255.255.0
Router3 se2/0 : 172.16.1.2 255.255.255.252
Konfigurasi RIP pada router
Berikut ini konfigurasi yang dimasukkan pada masing-masing router untuk menerapkan RIPv1 sebagai routing protocol yang digunakan.
Konfigurasi pada Router2
Konfigurasi pada Router3
Cek RIPv1 sudah berjalan pada masing-masing router
show ip route pada Router2
show ip route pada Router3
Perhatikan kotak berwarna merah, apabila RIP telah dikonfigurasi dengan benar, maka router akan menampilkan route pada routing tabel, RIP diberi tanda dengan huruf R disebelah kiri.
Cek koneksi antar PC dengan menjalankan ping seperti gambar di bawah ini.
Sukses! , konfigurasi RIPv1 yang baru dicoba berjalan dengan lancar.
Ingat :
Di awal, saya menyebutkan salah satu karakteristik dari routing protocol RIPv1, yaitu RIPv1 merupakan classfull routing protocol yang tidak menyetakan subnet masknya pada saat pengiriman routing update. perhatikan hasil show run pada Router2 dibawah ini.
router rip
network 172.16.0.0
network 192.168.1.0
!
Padahal pada saat percobaan di atas, saya memasukkan network 172.16.1.0 dan 192.168.1.0. tetapi hasil show run pada router2 172.16.0.0 dan 192.168.1.0. mengapa bisa berubah?
Karena RIPv1 hanya mengenali classfull dari network yang dimasukkan, sehingga pada saat saya memasukkan 172.16.1.0 akan berubah menjadi 172.16.0.0 karena IP ini berada pada kelas B router melakukan autosummary dan merubahnya menjadi 172.16.0.0.
Begitu juga dengan kelas yang lainnya, misalnya kelar A 10.10.10.0 walaupun saya menggunakan netmask 255.255.255.0, router akan merubahnya menjadi netmask kelas A 255.0.0.0 sehingga network dari 10.10.10.0 akan berubah menjadi 10.0.0.0 setelah router melakukan autosummary









Tidak ada komentar:
Posting Komentar